kursus mengemudi majalengka
BAGAIMANA CARA KERJA SISTEM STARTER?

SISTEM STARTER
Sistem starter listrik ketika ini bisa ditemukan nyaris disemua jenis sepeda motor. Sistem starter pada sepeda motor bermanfaat sebagai pengganti kick starter, supaya pengendara tidak butuh lagi mengengkol kakinya guna menghidupkan mesin. Namun demikian, pada lazimnya sepeda motor dilengkapi pun dengan kick starter. Penggunaan kick starter seringkali dilakukan andai kondisi sistem starter listrik sedang mengalami kehancuran atau masalah. Sebagai misal jika situasi baterai lemah atau terdapat kehancuran pada motor starter sampai-sampai sistem starter listrik tidak dapat dipakai untuk menghidupkan mesin, maka pengendara dapat langsung memanfaatkan kick starter.
Secara umum sistem starter listrik terdiri dari;
>baterai, sekring (fuse),
>kunci kontak (ignition switch),
>saklar starter (starter switch),
>saklar magnet starter (relay starter/solenoid switch),
>dan motor starter. 

Prinsip Kerja Motor Starter
Bekerjanya sebuah motor starter mempunyai tidak sedikit persamaan dengan generator DC, namun dalam arah yang sebaliknya. Motor starter mengolah energi listrik menjadi energi mekanik (tenaga putar), sementara generator DC mengolah energi mekanik menjadi energi listrik. Dalam kenyataannya, motor DC bakal menghasilkan tenaga listrik andai diputar secara mekanik, dan generator DC bisa berputar (berfungsi) laksana motor.

Motor dapat berputar andai diberi aliran arus menurut prinsip inilah ini:
Pada ketika arus mengalir melalui konduktor (penghantar) A dan B yang berada diantara kutub magnet, maka penghantar A dan B bakal menerima gaya dorong menurut garis gaya magnet yang timbul dengan arah laksana pada gambar 3.23 di bawah ini. Hubungan antara arah arus, arah garis gaya magnet, dan arah gaya dorong pada penghantar merujuk pada aturan/kaidah tangan kiri Fleming.
Arah arus yang masuk kebalikan dengan arah yang terbit sehingga gaya dorong yang didapatkan juga saling berlawanan. Oleh karena tersebut penghantar bakal berputar ketika arus itu mengalir. Untuk menciptakan penghantar tetap berputar maka dipakai komutator dan sikat (brush).
Komponen utama motor starter terdiri atas;
>armature coil (kumparan jangkar),
>komutator,
>field coils (kumparan medan),
>dan sikat- sikat (brushes).
Berdasarkan kaidah tangan kiri Fleming , prinsip kerja dari komponen-komponen utama motor starter ialah sebagai inilah : Armature dan field coil dihubungkan dengan baterai secara seri melewati sikat-sikat dan komutator. Urutan aliran arusnya yakni dari baterai, relay starter, field coil, sikat positif, komutator, armature, sikat negatif dan selanjutnya ke massa
Pada ketika arus listrik mengalir, pole core bersama-sama field coil bakal terbangkit medan magnet. Armature yang pun dialiri arus listrik bakal timbul garis gaya magnet. Sesuai dengan kaidah tanan kiri Fleming, armature coil sebelah kiri bakal terdorong ke atas dan yang sebelah kanannya bakal terdorong ke bawah. Dalam urusan ini armature coil bermanfaat sebagai kopel atau gaya puntir, sampai-sampai armature bakal berputar. Jumlah kumparan di dalam armature coil banyak, sampai-sampai gaya putar yang dimunculkan armature coil bekerja saling menyusul. Akibatnya putaran armature bakal menjadi teratur.

Persyaratan yang mesti Dipenuhi Sistem Starter
Pada lazimnya sepeda motor yang dilengkapi dengan sistem starter listrik, sumber arus yang digunakan ialah baterai. Dalam urusan ini situasi baterai mesti bisa menghasilkan tenaga putar (torque) yang paling besar. Selain tersebut ukuran baterai juga diinginkan kecil dan ringan. Motor starter dalam sistem starter listrik mesti dapat membangunkan torque yang besar dari sumber tenaga baterai yang terbatas. Maka untuk tersebut sistem starter dilengkapi dengan motor starter arus sehaluan (DC). Dalam menilai motor starter yang tepat menurut keperluan suatu mesin, terdapat sejumlah faktor yang butuh diperhatikan, antara lain:
*Sifat starter Tenaga putar (torque) yang didapatkan motor starter akan meningkatkan kadar arus yang mengalir pada starter secara proporsional (sepadan). Makin rendah putaran, kian besar arus yang mengalir pada starter sampai-sampai menghasilkan tenaga putar yang besar. Begitu pula dengan tegangan yang disuplai pada starter, andai tegangannya meningkat besar, maka kapasitasnya bakal menurun. Oleh karena tersebut kapasitas starter paling erat hubungannya dengan baterai.
*Kecepatan putar dari mesin Mesin tidak bakal start (hidup) sebelum mengerjakan siklus kerjanya berulang-ulang, yaitu tahapan hisap, kompresi, pembakaran (usaha) dan buang. Langkah kesatu guna menghidupkan mesin, kemudian memutarkannya dan mengakibatkan siklus pembakaran mula (pendahuluan). Motor starter paling tidak harus bisa memutarkan mesin pada kecepatan minimum yang dibutuhkan untuk mendapat  pembakaran awal. Kecepatan putar minimum yang dibutuhkan untuk menghidupkan mesin bertolak belakang tergantung pada konstruksi (banyaknya silinder, volume silinder, format ruang bakar) dan situasi kerjanya (suhu dan desakan udara, gabungan udara dan bensin dan lonctan bunga api busi), namun pada lazimnya untuk motor bensin berkisar antara 40 hingga 60 rpm
*Torque yang didapatkan starter guna menggerakkan mesin Torque yang didapatkan starter merupakan hal penting dalam menilai apakah starter dapat bermanfaat dengan baik atau tidak. Setiap mesin memiliki torque maksimum yang dihasilkan, contoh suatu mesin dengan 100 cc maksimum torquenya ialah 0,77 kg-m. Untuk bisa menggerakkan mesin dengan kapasitas tersebut, dibutuhkan torque yang melebihi kapasitas itu (sampai 6 kali). Tetapi pada lazimnya starter melulu mempunyai torque yang yang tidak jauh bertolak belakang dari torque maksimum mesin tersebut, sampai-sampai tidak akan dapat memutarkan poros engkol. Untuk menanggulangi hal ini, pada motor starter dilengkapi dengan gigi pinion (pinion gear), sampai-sampai momen yang dihasilkan dapat diperbesar

Komponen Motor Starter
Komponen yang bermanfaat sebagai jantung dari motor ialah armature (jangkar) dan kumparan-kumparan yang mengelilingi poros armature disebut armature coil (kumparan jangkar).
Pada unsur ujung armature yang berbentuk silinder dan terdiri dari sebanyak segmen/bagian tembaga yang diceraikan oleh isolator mika disebut commutator (komutator). Komutator berfungsi supaya arus listrik dapat mengalir secara terus menerus ke armature coil melewati carbon brushes (sikat) yang langsung bergesekan dengannya. Adapun ulasan lebih terperinci dari komponen-komponen motor starter ialah sebagai inilah :
*Field coil (kumparan medan) Field coil diciptakan dari lempengan tembaga dan bermanfaat untuk membangunkan medan magnet. Field coil disambungkan secara seri dengan armature coil (kumparan jangkar), supaya arus yang melalui field coil pun mengalir ke armature coil. Field coil melulu ada pada sepeda motor yang memakai motor starter tipe elektromagnet (magnet remanen/bukan permanen). Pada sepeda motor yang memakai motor starter tipe magnet permanen tidak memakai field coil. Motor starter tipe magnet permanen bentuknya kompak dan bobotnya lebih ringan, sehingga tidak sedikit digunakan pada sepeda motor kecil ketika ini
*Armature Armature terdiri atas sebatang besi yang berbentuk silindris dan diberi slot-slot, armature shaft (poros armature), komutator serta armature coil (kumparan armature). Armature bermanfaat untuk merubah energi listrik menjadi energi mekanik, dalam format gerak putar. Jumlah lilitan armature coil diciptakan banyak supaya semakin tidak sedikit helai-helai kawat yang mendapat gaya elektromagnetik (garis gaya magnet), sampai-sampai tenaga yang dihasilkan lumayan besar guna memutarkan cankshaft (poros engkol)
*Yoke dan pole core Yoke (stator) bermanfaat sebagai lokasi untuk mengikatkan pole core. Yoke tercipta dari logam yang berbentuk silinder. Sedangkan pole core bermanfaat untuk menopang field coil dan memperkuat medan magnet yang dimunculkan field coil.
*Brush (sikat) Brush (sikat) diciptakan dari tembaga lunak, dan bermanfaat untuk meneruskan arus listrik dari field coil ke armature coil langsung ke massa melewati komutator. Bagi motor starter tipe magnet permanen (tidak memakai field coil), brush bakal meneruskan arus listrik dari baterai langsung ke armature lantas ke massa melewati komutator. Motor starter pada sepeda motor terdapat yang memiliki dua buah sikat (satu sikat posisitf dan satu sikat negatif) dan empat buah sikat (dua sikat positif dan dua sikat negatif) tergantung dari beban mesin yang bakal diputar. Biasanya motor starter dengan empat buah sikat hanya dipakai pada sepeda motor besar
Pada bagian lokasi tinggal motor (stator) diikatkan field coil (kumparan medan) dan pole core (inti kutub) yang bermanfaat untuk menghasilkan medan magnet. Biasanya ada empat buah pole core dan field coil yang memiliki jumlah lilitan lumayan banyak supaya medan magnet yang dimunculkan lebih besar. Bagi memperbesar momen putar yang didapatkan motor disamping dengan adanya komparasi gigi sproket (pinion) pada motor starter dengan gigi sproket pada crankshaft, maka pada di antara ujung armature ada gigi reduksi. Dengan gigi reduksi komparasi putaran yang keluar/output menjadi lebih kecil, sampai-sampai momen putarnya bakal lebih besar.
*Starter relay/solenoid switch (saklar magnet starter) Starter relay (solenoid switch) pada sepeda motor terdapat yang simpel dan yang mengadopsi dari starter relay yang dipakai pada mobil laksana jenis pre-engaged starter (starter relay langsung dipasangkan di unsur atas motor starter). Starter relay yang simpel maksudnya ialah sejenis relay biasa yang melulu terdiri dari suatu kumparan dan empat buah terminal dan ditempatkan terpisah dari motor starter. Starter relay ini pada umumnya dipakai pada sepeda motor berukuran kecil. Starter relay (solenoid switch) jenis pre-engaged starter lazimnya ada pada sepeda motor besar. Solenoid ini bertugas laksana relay, menghubungkan arus yang besar dari baterai ke starter motor (melalui moving contact atau plat kontak yang dapat bergerak sebab adanya kemagnetan) dengan pertolongan sejumlah kecil arus listrik yang dikontrol dari kunci kontak. Terdapat dua kumparan dalam starter jenis pre-engaged, yakni pull-in coil dan holding coil. Pull-in coil bertugas unik plunger melawan spring (pegas) sampai kontak terhubung, dan holding coil bertugas memegang (hold) plunger pada posisi tertarik supaya pengontakan tetap berlangsung. Shift lever (tuas penggerak) bertugas pula guna menggeserkan (shifting) gigi pinion (pinion gear) motor starter ke depan sampai bersangkutan dengan flywheel gear (roda gila). Overrunning clutch/starter clutch (kopling starter) dan gigi pinion bertugas mengalirkan torsi (tenaga putar) yang didapatkan motor starter ke flywheel (roda gila) dan menangkal terjadinya putaran yang berlebihan (overrunning) dampak terbawa oleh berputarnya poros motor starter ketika mesin sudah hidup dan perkaitan antara gigi pinion dan flywheel masih terjadi. 

CARA KERJA STARTER

Secara umum sistem starter listrik terdiri dari baterai, sekring (fuse), kunci kontak (ignition switch), saklar/tombol starter (starter switch), relay starter, dan motor starter. Arus yang besar (sekitar 40 ampere) bakal mengalir ke motor starter ketika dihidupkan. Untuk menyalurkan arus besar tersebut, dibutuhkan kabel yang tebal (besar) langsung dari baterai mengarah ke motor tanpa lewat starter switch supaya kontaknya tidak meleleh saat ditekan. Oleh sebab itu, dalam susunan sistem starter dilengkapi relay starter atau solenoid switch.

a. Cara Kerja Sistem Starter Dengan Starter Relay Sederhana
Seperti telah dilafalkan sebelumnya bahwa sistem starter dengan relay starter sederhana tidak sedikit digunakan bahwa sepeda motor berukuran kecil (sepeda motor dengan mesin yang berkapasitas 200 cc ke bawah). Sepeda motor jenis ini tidak sedikit dijumpai di kalangan masyarakat yang tidak sedikit digunakan sebagai perangkat transportasi keluarga.

Adapun teknik kerjanya ialah sebagai berikut: 
Pada ketika starter switch (tombol starter) ditekan, arus dari baterai bakal mengalir ke kumparan relay starter melewati ignition switch (kunci kontak) terus ke massa. Dalam urusan ini arus bakal sampai ke massa andai posisi kopling sedang ditekan atau posisi gigi transmisi posisi netral (saklar kopling atau saklar neutral menghubungkan arus dari kumparan relay starter ke massa). Untuk sepeda motor dengan sistem starter yang tidak dilengkapi dengan sistem pengaman, maka aliran arusnya dari tombol starter --------- ke kumparan relay starter ---------- ke massa. Arus yang dialirkan ke kumparan relay ini lumayan kecil sampai-sampai tidak akan menciptakan kontak pada tombol starter keunggulan beban. Setelah arus hingga ke massa, pada kumparan relay starter terjadi kemagnetan. Hal ini akan mengakibatkan plat kontak pada relay starter tertarik (menutup), sampai-sampai arus yang besar langsung dari baterai mengalir mengarah ke motor starter. Selanjutnya motor starter itu akan berputar guna menghidupkan mesin cocok prinsip kerja motor starter

b. Cara Kerja Sistem Starter Dengan Starter Relay Jenis Pre- Engaged
Sistem starter jenis pre-engaged tidak sedikit digunakan guna sepeda motor berukuran besar. Salah sepeda motor yang memakai sistem starter jenis ini ialah sepeda motor BMW. Karena mengadopsi dari mobil maka teknik kerjanya pun sama dengan sistem starter jenis pre-engaged yang dipakai pada mobil.
Cara kerjanya ialah sebagai berikut: Pada ketika kunci kontak OFF, tidak terdapat arus yang mengalir ke dalam solenoid (starter relay) maupun motor starter. Arus dari baterai bakal stand-by (berhenti) pada contact point (titik kontak) . gigi pinion (pinion gear) tidak berhubungan dengan flywheel. Pada ketika kunci kontak di-ON-kan, arus listrik bakal mengalir ke pull in coil dan hold in coil secara bersamaan. Selanjutnya pull in coil akan unik plunger ke arah kanan dan hold in coil akan menyangga plunger pada posisi terakhirnya. Dalam susunan sistem starter ini, pull ini coil terpasang seri dengan field coil sampai-sampai arus yang terbit dari pull in coil bakal diteruskan ke field coil terus ke massa. Bagi lebih jelas lagi aliran arusnya ialah sebagai inilah : Baterai ------ kunci kontak ------ terminal 50 ------ hold in coil ------ massa Baterai ------ kunci kontak ------ terminal 50 ------ pull ini coil ------ field coil ----sikat positif ------ armature ------ sikat negatif ------ massa.
Oleh sebab arus yang mengalir ke field coil pada ketika ini masih kecil, maka armature bakal berputar lambat guna memungkinkan terjadinya perkaitan gigi pinion dengan flywheel secara lembut. Pada ketika ini moving contact belum bersangkutan dengan contact point.
Pada ketika yang bersamaan, pergerakan plunger pun akan mengakibatkan shift lever (tuan penggerak/pengungkit) tertarik sampai-sampai gigi pinion bakal bergeser ke arah flywheel. Bila gigi pinion sudah sehubungan penuh dengan flywheel, moving contact akan memblokir contact point sampai-sampai arus besar dari baterai yang sudah stand by pada contact point sebelah atas bakal mengalir langsung ke field coil melewati terminal C. Akibatnya armature bakal berputar cepat dan putarannya diteruskan ke flywheel melewati overunning clutch dan gigi pinion. guna lebih jelas lagi aliran arusnya ialah sebagai berikut:
Baterai ------ kunci kontak ------ terminal 50 ------ hold in coil ------ massa
Baterai ------ kunci kontak ------ contact point ------ field coil ------ sikat positif ------ armature ------ sikat negatif ------ massa.

Pada ketika moving contact telah bersangkutan dengan contact point, maka arus dari pull in coil tidak bisa mengalir, akibatnya plunger disangga oleh kemagnetan hold in coil saja. Jika mesin telah mulai hidup, flywheel bakal memutarkan armature melewati pinion sebab kecepatan putar motor starter lebih kecil dibanding kecepatan mesin. Bagi menghindari kehancuran apada starter dampak hal tersebut, maka kopling starter (overunning clutch) akan melepaskan dan mengayomi armature dari putaran yang berlebihan